Syarat Wajib Mengurus IMB

Syarat Wajib Mengurus IMB dan Dampak Positifnya yang Akan Anda Nikmati

Bangunan yang berdiri wajib memiliki perizinan dari pemerintah daerah setempat. Izin ini bernama IMB atau Izin Mendirikan Bangunan. Termasuk apabila Anda telah membeli atau meminati rumah dijual di Semarang. Maka wajib bagi Anda memiliki IMB. Adapun bangunan yang wajib mengajukan IMB, antara lain rumah hunian, rumah susun, tempat ibadah, begitu pula gedung perkantoran.

Ketentuan ini telah diatur sedemikian rupa dalam Perda 7 pasal 5 ayat 1 yang dikeluarkan pada tahun 2009. Pengakuan dari pemerintah ini berdampak positif terhadap masa depan rumah Anda. Terutama ketika terjadi penggusuran tanah. Bagi bangunan rumah yang tak memiliki izin, semegah apa pun, pasti kena ciduk juga. Untuk itu, sebelum mengajukan IMB, pahami dulu syarat-syarat wajibnya berikut ini.

  1. Harus Memiliki KTP

Kepemilikan KTP menjadi syarat wajib dan utama dalam pengajuan IMB. Wajar saja. Setiap negara pun memiliki kebijakan yang sama. Sebagai warga Indonesia, Anda wajib memiliki KTP. Hampir segala variasi pengurusan dokumen selalu melibatkan KTP. Jadi, kalau Anda belum punya KTP, segera dibikin. Manfaatnya sangat banyak.

  1. Punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Jika Anda memiliki NPWP, berarti Anda sudah sangat siap berkoordinasi dengan pemerintah lebih lanjut. Sebagian besar masyarakat Indonesia enggan mengurus pajak. Padahal keuntungannya banyak sekali. Dalam beberapa pengurusan dokumen seperti kredit bank, rekening koran, pembuatan surat izin perdagangan, dan paspor mensyaratkan ada NPWP.

  1. Punya Sertifikat Tanah

Tiga jenis sertifikat yang wajib Anda tahu: HGU (Hak Guna Usaha), HGB (Hak Guna Bangunan), dan SHM (Sertifikat Hak Milik). Namun, sebaiknya yang lebih penting urus SHM saja, sebab, hanya inilah sertifikat yang boleh dimiliki olrah seluruh WNI. Umumnya, keuntungan dari pengajuan sertifikat ini akan terlihat dalam jangka waktu yang lama.

  1. Adanya SKPHPAT

SKPHPAT alias Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah juga wajib Anda lampirkan saat mengurus IMB. Surat ini dikeluarkan oleh pejabat instansi pemerintah yang berkuasa di daerah tempat tinggal Anda. Jadi rumah Anda bukan sekadar bangunan yang asal jadi langsung ditempati. Perlu perizinan yang cukup kompleks demi legalitas.

  1. Ada Surat Persetujuan Gubernur

SP ini hanya dikeluarkan untuk bangunan yang sifatnya sementara. Hampir dipastikan bahwa orientasi pengurusan IMB juga untuk meningkatkan nilai jual tanah dan juga rumah. Misalnya Anda membeli rumah dijual di Semarang dengan tujuan tinggal untuk sementara, tetapi saat rumah itu dijual kembali tidak akan begitu jatuh harganya.

  1. Punya Dokumen SP dari Lurah Setempat

Surat Pernyataan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tanah tempat berdiri rumah Anda bebas sengketa. Telah banyak kasus yang menguar gara-gara sengketa lahan hingga terjadi kisruh sana-sini. Dalam pengajuan IMB, Lurah setempat harus mengetahui legalitas tanah milik Anda. Surat Pernyataan ini wjib ditandatangani di atas materai.

  1. Ada SIPPT dan KRK

Kedua dokumen perizinan ini berjalan beriringan. SIPPT wajib diajukan khusus untuk bangunan yang memiliki luas lahan lebih dari 5.000 meter persegi. Sementara KRK (Ketetapan Rencana Kota) yang membatasi berapa luasan tanah yang wajib memiliki SIPPT. Jadi, tidak harus 5.000. Akan tetapi sesuai ketentuan yang disyaratkan oleh pemkot setempat.

  1. Ada RTLB

RTLB atau Rencana Tata Letak Bangunan ini berkaitan dengan rancangan arsitektur, struktur bangunan, maupun perhitungan mekanikal dan elektrikal bangunan Anda. Untuk mendapatkan dokumen ini, Anda juga wajib berkoordinasi dengan tenaga ahli bangunan yang berpengalaman. Biasanya pelaku teknis bangunan diwajibkan memiliki izin teknis atau IPTB.

  1. Punya Lampiran fotokopi Legalisasi IPTB

Tidak hanya pelaku teknis bangunan saja yang harus memiliki IPTB. Tetapi Anda juga, meskipun bukan dokumen aslinya. Adanya lampiran fotokopi IPTB menandakan bahwa bangunan Anda dikerjakan oleh teknisi yang bersertifikat atau terverifikasi. Hampir dipastikan dengan kelengkapan ini, proses kelengkapan mengurus IMB juga bisa lebih mudah.

  1. Ada SK atas IMB Lama

Syarat wajib ini hanya berlaku untuk Anda yang melakukan perubahan terkait luas bangunan. Misalnya, dengan menambah luas yang semula 5.000 meter persegi menjadi 10.000 meter persegi. Penambahan ini tentunya memerlukan IMB yang baru. Kalau tidak, tentu bagian yang legal hanya pada kisaran luas cakupan tanah berdasarkan IMB lama saja.

Pada saat ini di kota-kota besar mulai banyak rumah baru yang dijual dengan harga murah. Seperti pada rumah dijual di Semarang. Banyak yang dibanderol dengan harga di bawah 200 juta rupiah. Dengan mengajukan IMB, maka bukan hanya nilai jual tanah dan rumah yang meningkat, tetapi juga akan jadi jaminan saat kredit bank, meningkatkan status tanah, juga jadi informasi peruntukan dan rencana jalan.

You might also like